Latest

Selamat Pagi Indonesia

MUNGKIN tidak banyak yang mengetahui kapan lahirnya istilah Indonesia. Bahkan, yang melahirkan istilah itu sendiri juga tidak pernah tahu bahwa nama yang ia ciptakan itu di kemudian hari akan menjadi nama bangsa dan negara yang menurut The Essensial di usianya yang ke 200 nanti, yakni di Tahun 2050 akan menjadi negara yang memiliki kekuatan ekonomi ke-5 dari Big The G-Five setelah Uni Eropa dan mengalahkan Jepang.

Menurut majalah ilmiah tahunan yang diterbitkan di Singapura, Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia (JIAEA) Volume IV Tahun 1850 pada halaman 254 dalam tulisan James Richardson Logan, orang Skotlandia yang memperoleh gelar Sarjana Hukum di Universitas Edinburgh disebutkan “Mr. Earl (Samuel Wilson Earl, ahli etnologi bangsa Inggris) suggests the ethnographical term Indunesian, but rejects it in favor of Malayunesian. I prefer the purely geographical term Indonesia, which is merely a shorter synonym for the Indian Islands or Indian Archipelago”. Logan memungut nama Indunesia yang dibuang Earl dan huruf u digantinya dengan huruf o agar ucapanya lebih baik. Maka, lahirlah istilah “Indonesia”. Read the rest of this page »

Ajarkan Anak Sekolah

APA gunanya sekolah, bila hanya membuat derita.

Pertanyaan itu kian terasa bagi peserta didik, dan dalam banyak hal tidak pula membawanya pada kesuksesan dalam kehidupannya.

Kitapun merasakan bahwa pendidikan itu berjalan sendirian jauh kesana, tanpa sudi dievaluasi. Bahkan terus meyakinkan diri bahwa mereka yang menciptakan sistemnya lebih mengerti dari apa yang anak-anak rasakan. Mereka merasa lebih mengerti dari yang negeri butuhkan, dan mereka merasa lebih mengerti dari yang kehidupan perlukan.

Padahal anak-anak adalah penghuni masa depan yang tak dapat kita kunjungi sekalipun dalam mimpi. Mereka akan memiliki harapan dan tantangan yang berbeda, yang harus mereka renda dan hadapi. Read the rest of this page »

Urgensi Pusat Penerjemah Buku

PADA gelar peringatan Hari Buku Nasional dengan tema ‘Gemar Membaca’, Presiden Jokowi mendongeng di depan 503 siswa SD dan SMP (Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden, 17/05/07).

Selain mendongeng Kepala Kepala Negara juga memerintahkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk terus meningkatkan minat baca anak-anak Indonesia lewat cerita-cerita nusantara, dan menitipkan pesan kepada para siswa untuk terus belajar dengan baik, berdoa, bersembahyang dan giat membaca.

Untuk meningkatkan minat baca itu, Presiden juga telah menepati janjinya dengan menggratiskan biaya pengiriman buku ke seluruh pelosok tanah air lewat kantor pos satu kali setiap bulan pada tanggal 17. Kebijakan ini untuk mengurangi mahalnya biaya pengiriman buku ke daerah, yang sering dikeluhkan para penggiat literasi. Read the rest of this page »

Jepang Kian Menua

PADA tahun 1984, 33 tahun yang lalu, ketika mengikuti The 32nd International Student Conference, saya berkesempatan melihat Jepang dari Tokyo hingga ke ujung paling selatan, Kyushu; dan beberapa kali kunjungan berikutnya melihat Jepang hingga ke ujung utara, Hokaido. Saya merasakan Jepang itu sangat luar biasa.

Negeri yang memiliki jalan Bushido ini menjadi inspirasi dan tempat studi berbagai bangsa untuk meneladani. Banyak literatur yang menulis tentang negeri ini, sehingga masyarakat dunia paham betul tentang nilai-nilai yang membawa kemajuan bangsa ini.

Negeri yang terkenal kejujuran, kerja keras dan disiplin yang tinggi serta menguasai segala rupa teknologi dan memiliki banyak inovasi ini memang sempat porak-poranda, karena dijatuhi bom atom di Hiroshima dan Nagasaki waktu Perang Dunia ke Dua. Namun dalam waktu relatif singkat ia mampu bangkit kembali dan menjadi negara maju. Read the rest of this page »

Access to Justice

SEJAK awal perjuangan kemerdekaan bahwa founding fathers telah menginginkan agar Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah sebagai negara hukum (rechtsstaat), tidak berdasarkan kekuasaan belaka (Machtsstaat). Karenanya dalam Pembukaan UUD 1945 secara tegas dimuat pikiran-pikiran dasar tentang “kemerdekaan, keadilan, kemanusiaan dan pernyataan bahwa pemerintah negara berkewajiban untuk melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum”. Hal ini memberikan harapan bahwa hukum akan melindungi segenap rakyat, segenap individu dari perlakukan tidak adil dan perbuatan sewenang-wenang. Hukum untuk mengayomi setiap warga bangsa agar hak-haknya sebagai warga negara dan hak asasi manusianya terjamin.

Namun, sejarah telah menunjukkan bahwa selalu saja terdapat kesenjangan atas apa yang kita harapkan dengan kenyataan-kenyataan yang kita hadapi. Kita harus mengakui bahwa pemerintah negara telah memiliki idealisme dan langkah-langkah konkrit untuk mengatasi kesenjangan antara harapan dan cita-cita dengan kenyataan yang terjadi itu. Pemerintah juga telah berjuang, Read the rest of this page »

Korupsi

AWALNYA diartikan sebagai busuk, rusak atau dapat disuapi. Kata itu berasal dari bahasa latin corruptio atau corruptus, yang kemudian dalam bahasa Inggris dan Perancis ditulis corruption, dan dalam bahasa Indonesia disebut korupsi. Sehingga jika dikaitkan dengan perilaku mereka yang berbuat, korupsi yang dalam bahasa Belanda disebut kurruptie merupakan tindak kejahatan yang dimasukan dalam ranah hukum pidana.

Istilah korupsi pertama kali dipergunakan dalam hukum Indonesia dalam Peraturan Penguasa Perang No. Prt/Perpu/013/1958 tentang Peraturan Pemberantasan Korupsi. Kemudian, dimasukan juga dalam UU No. 24/Prp/1960 tentang Pengusutan, Penuntutan dan Pemeriksaan Tindak Pidana Korupsi. Undang-undang ini dicabut dan diganti dengan UU No. 3 Tahun 1971 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, selanjunya diganti dengan UU No.31 Tahun 1999, dan terakhir diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001.

Selain berbagai ketentuan tersebut, masih banyak lagi peraturan perundang-undangan dan peraturan lainnya yang dibuat untuk mencegah perbuatan korupsi. Read the rest of this page »

Wakil Menteri

SUDAH tentu benar apa yang dikatakan John Medison (1836); “Seandainya manusia adalah Malaikat, maka pemerintah tidak diperlukan lagi”. Pengandaian ini tentu dimaksudkan untuk menunjukkan betapa pentingnya pemerintah di dalam suatu negara. Karena pada hakikatnya negara dibentuk untuk menciptakan keadaan di mana rakyatnya dapat mencapai terkabulnya keinginan-keinginan secara maksimal, dan kesejahteraan rakyat adalah salah satunya (Harorl J. Laski, 1931).

Pemahaman seperti itu menuntut pemerintah selaku penyelanggara negara untuk berlaku efektif dan mengarah pada pemenuhan harapan rakyat guna memperoleh keadilan dan kesejahteraan. Namun sebagaimana yang terjadi, “pemerintah” saat ini merasa belum berjalan secara efektif.

Maka, perlu dipilih alternatif yang resikonya paling rendah dalam melakukan pembenahan pemerintahan, agar harapan masyarakat tersebut dapat terpenuhi. Salah satu alternatif penting yang dapat dipertimbangkan adalah pembentukan lembaga “wakil menteri”. Read the rest of this page »

Mahkamah Agung Regional

PAGI itu Maret lalu adalah puncak keterpurukan peradilan di Indonesia, bahkan beberapa ahli hukum menyebutnya sebagai “hari kematian peradilan Indonesia.” Pasalnya, tidak tanggung-tanggung Ketua Mahkamah Agung diisukan menerima suap 5 milyar rupiah, dan sebagai kelanjutannya ruangan kerja “sang ketua” dibongkar-periksa oleh KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi). Bersyukur bahwa akhirnya isu itu tidak terbukti, dan hanya beberapa orang yang didakwa terlibat langsung dalam kasus penyuapan itu yang kemudian diproses di pengadilan.

Meski demikian harus disadari bahwa kepercayaan publik terhadap para Hakim Agung sepertinya telah hilang di tengah reformasi hukum yang didambakan. Padahal sebelumnya amanah reformasi telah melahirkan pemikiran-pemikiran cerdas untuk menata lembaga peradilan menjadi satu atap di bawah Mahkamah Agung, agar era kegelapan pemberian keadilan (dark ages in justice dispenser function) dapat diakhiri.

Dalam hal penataan itu, sedikitnya telah dilakukan dua langkah besar oleh Mahkamah Agung. Pertama, Read the rest of this page »